Serba Serbi Teknik Sipil

Pages

Tips Pengecatan Rumah Yang Optimal






Urutan langkah mengecat rumah:

  •  Peralatan untuk mengecat dipersiapkan terlebih dahulu seperti kaleng air dan kuas.
  •   Buka kaleng cat dan aduklah selama kurang lebih lima menit.
  • Agar kebersihan tetap terjaga, barang-barang yang tidak terkena cat agar ditutup dengan koran atau disingkirkan.
  •  Debu yang menempel pada dinding perlu dibersihkan terlebih dahulu. Gunakan sapu atau kemoceng atau bias juga dengan vacuum cleaner. Untuk tembok lama yang sudah berlumur dan berjamur bisa disikat dengan detergen atau obat anti jamur kemudian dibilas memakai air.
  • Untuk retakan dan lubang bekas paku atau lainnya, bisa ditambal dengandempul dan kemudian diratakan dengan plamir.
  • Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka lapisan pertama menggunakan cat dasar dan ditunggu 1 sampai 2 jam supaya kering.
  • Setelah itu cat warna dicampur dengan air sebanyak 10% dari berat cat dan diaduk selama kurang lebih 5 menit hingga merata.
  • Agar hasil pengecatan merata, maka cara mengecatnya adalah dengan cara zigzag atas ke bawah sampai dinding tertutup cat dengan merata. Lapisi kembali dengan cat setelah 2-3 jam kemudian.
  • Selain menggunakan kuas bisa juga menggunakan roller terutama untuk permukaan yang sulit dijangkau seperti plafond. Gunakan cat yang agak kental supaya tidak menetes.
  • Bila warna cat baru berbeda dengan cat tembok lama, maka perlu di amplas dahulu kemudian dibersihkan. Baru kemudian dicat.
  • Untuk keseragaman warna , kerjakan pengecatan untuk satu bidang dalam satu periode waktu.
  • Jeda waktu antar lapisan 1 sampai 2 jam

Tabel Berat Besi Tulangan Polos dan Ulir

Berikut adalah tabel berat besi tulangan untuk proses perhitungan RAB pembuatan beton bertulang kolom, balok, maupun slab lantai. Bisa juga untuk pembuatan BBS (Bar Bending Schedule)



Harga GRC dan Gypsum

PAPAN GRC
Papan GRC 9 mm
Rp. 133.000
Papan GRC 6 mm
Rp. 85.000
Papan GRC 4,5 mm
Rp. 70.000
Papan GRC 3,5 mm
Rp. 55.000







PAPAN GYPSUM
Papan Gypsum Aplus 9 mm
Rp. 46.000
Papan Gypsum Jayabord 9 mm
Rp. 55.000
Papan Gypsum Elephant 9 mm
Rp. 53.000
Papan Gypsum Knauf 9 mm
Rp. 52.000
Papan Gypsum Indal 9 mm
Rp. 45.000

Cara memasang lis profil gypsum

Setelah plafon selesai dikerjakan, untuk menambah keindahan ruangan biasanya di tempel dengan lis profil gypsum. Lis ini selain menambah keindahan juga bisa berfungsi sebagai pembatas antara tembok dan plafon.



Alat yang di butuhkan untuk pemasangan lis propil gypsum ;

1 'Lis profil gypsum  

2.kompon sebagai perekat
   
3. Kuas cat 2 inci

4. Skrap

5. Mata gergaji besi intuk memotong lis

Cara Pemasangan
  • Siapkan dan ukur lis profil sesuai dengan ukuran ruangan.
  • Aduk kompon dengan air secukupnya.
  • Tempel/olesi sisi lis profile dengan adukan kompon.
  • Tempel lis profil yang telah diolesi kompon tersebut di antara plafond an tembok.
  • Tahan dengan tangan supaya tidak jatuh.
  • Rapikan sisi tepi lis profil dengan skrap sampai rapi.
  • Kuas dicelup ke air untuk menyapu pinggiran lis profil yang melekat di plafond an tembok.
Mudah sekali kan ? tetapi untuk mendapatkan hasil yang rapi diperlukan latihan terus  menerus.

Perbaikan Plafon dan Partisi Gypsum Yang Rusak


Kerusakan Plafon gypsum antara lain adalah terkena  debu, flek hitam karena bocor. Debu masih dapat dibersihan dengan sapu ijuk yang halus. Tetapi kalau sudah flek hitam karena air maka kita bisa memperbaikinya hanya pada permukaan yang rusak.
Menambal plafon gypsum sebenarnya adalah pekerjaan yang tidak sulit. Anda pasti sudah tidak sabar ya,
silahkan siapkan alat dan materialnya sbb:
  1. Pisau potong
  2. Kompon
  3. Gergaji besi
  4. Kape
  5. Potongan papan gypsum
  6. Textile
Cara pengerjaan
  • Lubangi plafon yang terkena tetesan air hujan dengan gergaji besi tanpa gagang.
  • Potong papan gypsum seukuran lubang plafon.
  • Aduk kompon dengan air
  • Tempelkan potongan papan gypsum yang telah diolesi adukan kompon ke lubang plafon.
  • Tahan dengan tangan sampai potongan papan tadi tidak jatuh.
  • Olesi dengan kape bekas potongan tadi dan ditempel textile.
  • Dikompon sekali lagi sampai tidak terlihat bekas potongan plafon, tarik dengan kape sehingga permukaan plafon terlihat rata.
  • Selesai.
Setelah kering silahkan dicat.

Cara Pemasangan Gypsum




Untuk tahu lebih banyak mengenai gypsum (gipsum) silahkan klik disini.
Teknik pemasangan gypsum sendiri dibagi menjadi 2 cara, yaitu:
  • Menggunakan rangka kayu diserut
Rangka kayu harus diserut, agar rata saat pemasangannya. Gunakan kayu dengan kualitas yang baik, sebagai rangka gypsum kita tidak boleh sembarangan dalam memilih jenis kayu. Hal tersebut karena fungsi rangka ini untuk menopang gypsum nanti. Keuntungan rangka kayu adalah bisa diinjak diatasnya saat orang hendak membenarkan instalasi listrik.
  • Menggunakan rangka besi hollow
Besi Hollow sangat baik digunakan untuk pemasangan rangka besi plafon dan dinding partisi rumah, gedung,dll. Kelebihan besi hollow yaitu lebih cepat pemasangannya, lebih kuat, lebih murah, tidak perlu di cat lagi, tahan karat, anti rayap, dan bebas perawatan.
Nah kelebihan Gypsum sendiri ada 2, yaitu:
  1. Hasilnya yang rata dan tampak seperti tidak ada sambungan. Hal tersebut sulit diperoleh jika kita menggunakan bahan plafond triplex atau GRC. Sambungannya akan terlihat saat sudah berumur kira-kira 6 bulan ke atas. Memang di awal nampak rata, namun bahan triplex dan GRC sulit untuk disambung.
  2. Jika ada kerusakan cukup bagian tertentu saja yang diperbaiki, tidak perlu semuanya. Karena gypsum menggunakan sistem dempul yang mirip dengan body mobil. Jadi kita dapat mudah menangani kerusakan.
Kelemahan gypsum yaitu:
  1. Rentan terhadap air dan suhu yang lembab
  2. Mudah bernoda
  3. Akan hancur jika terkena air
Oleh karena itu sebaiknya gypsum benar-benar dijauhkan dari pengaruh air yang dapat merusaknya.
Langsung ke cara pemasangannya ya chingu… :)
  • Langkah 1

Pada langkah pertama , kita memasang rangkanya terlebih dahulu, disini kita bisa menggunakan rangka kayu maupun besi hollow. Sesuai dengan gambar diatas, rangka dipasang dengan arah vertikal dan horisontal
  • Langkah 2

Langkah kedua yaitu kita membuat “cakotan” pada rangka besi tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk menopang gysum dan memperkecil bentang pada besi hollow. Maaf kalo ada kata2 yang keliru soalnya susah jelasin yang bagian ini..  Hehew… ;)
  • Langkah 3

Pada langkah ini, gypsum sudah bisa dipasang…
  • Langkah 4

Menutupi sambungan gypsum dengan semen putih dan biasanya ditambahkan isolasi tertentu.
  • Langkah 5
Langkah ini terdiri dari 2 bagian yaitu pemasangan List Gypsum dan juga Finishing yang berupa pengecatan gypsum.

Jangan Asal Pasang Keramik

Jangan berharap lantai rumah akan terlihat indah dan menawan, meski Anda sudah tepat memilih keramik, yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Karena kalau tak benar memasangnya, keindahan itu justru bisa jadi akan hilang. Bahkan, bisa jadi keramik yang sudah terpasang, pecah atau rusak. Jadilah keramik yang sudah dibeli, dengan harga yang mungkin cukup mahal pula, akan sia-sia belaka. Pada dasarnya, pemasangan pelapis atau penutup lantai adalah pengerjaan finishing. Tapi tetap perlu ditangani khusus, dari yang perlu dilakukan adalah:

1. Kenali jenis struktur (lantai atau dinding), bentuk dan ukuran permukaan, di mana keramik akan dipasang.

2. Informasi itu penting, untuk menentukan ukuran keramik, serta teknik pemasangan yang akan digunakan. Apakah menggunakan sistem open joint (lebar nat lebih dari 3 mm) atau close joint (lebar nat kurang dari 3 mm). Pemasangan keramik dengan sistem open joint (nat > 3 mm) lebih menguntungkan, karena:

a. Dapat mentolerir kemungkinan perbedaan ukuran keramik, terutama untuk keramik berglazur yang porositasnya rendah.

b. Lebih sedikit flexible joint yang digunakan, terutama jika dipakai bahan pengisi nat yang agak elastis .

c. Pengisian nat lebih mudah.

3. Tambahkan flexible joint pada setiap luasan 25 m2. Yaitu pada pertemuan lantai dengan dinding atau sudut antara dinding. Fungsinya untuk mengantisipasi saat terjadinya beda muai panas tiap bahan, pada saat keramik telah dipasang. Jarak flexible joint ini juga berkaitan dengan penggunaan nat. Jarak/Interval Flexible Joint Ruang Dalam Ruang Luar - Nat kecil (close joint) Tiap 4 - 6 m Tiap 2 - 3 m - lebar > 6 mm lebar > 10 mm - Nat lebar (open joint) Tiap 6 - 10 m Tiap 3 - 5 m - lebar > 6 mm lebar > 10 mm

4. Khusus untuk lantai di kamar mandi, pasang keramik dengan kemiringan minimum 1% ke arah saluran air, agar air tidak tergenang.

5. Informasi ukuran ruang itu juga untuk menentukan pilihan bahan perekatnya, adukan semen atau lem keramik. Untuk mendapat Adukan semen yang pas, komposisi campuran harus 1:3, atau 1:4, dan tidak terlalu banyak air.

6. Bila menggunakan adukan semen, maka diratakan pada bagian struktur lantai. Pada dasar keramiknya sendiri hanya dioleskan tipis rata. Setelah adukan diratakan pada lantai, dapat ditabur tipis dengan semen kering (semen dicampur dengan pasir halus). Lalu segera rekatkan pada kondisi adukan masih setengah basah.

7. Jangan memberi adukan semen pada bagian dasar keramik, lalu dibalik dan dipasang dengan mengetuk-ketuk permukaan keramik. Karena efeknya justru membuat adukan itu tidak rata menyebar di bagian dasar keramik. Hal itulah yang menjadi penyebab bagian ujung keramik sering patah.

8. Jangan lupa, keramik yang akan dipasang harus direndam air terlebih dahulu.(AS)

Sumber: Properti Indonesia, Juni 2001